Harga Minyak Melesat 6% di Tengah Konflik AS-Iran Meningkat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520902/original/004648400_1772664808-5.jpg)
Harga minyak dunia melonjak tajam melampaui US$ 100 per barel pada 10 September 2026 akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Kontrak WTI naik 6,7% menjadi US$ 102,48 dan Brent naik 6,3% menjadi US$ 107,63. Sepanjang September, harga minyak telah meningkat lebih dari 18% karena kekhawatiran perang berkepanjangan di Timur Tengah.
Ketegangan meningkat setelah militer AS menghancurkan delapan kapal tanker Iran, sementara kelompok Houthi menyerang fasilitas energi di Arab Saudi yang melukai lebih dari 70 warga sipil. Analis Goldman Sachs memperingatkan harga bisa menembus US$ 120 per barel jika serangan terhadap jalur pelayaran terus berlanjut. Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengklaim harga akan turun setelah pemilu paruh waktu, meski kondisi lapangan menunjukkan peningkatan konflik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 10 September 2026 pukul 05.00
Populer: PM Singapura Sumbang Kenaikan Gaji; Harga Minyak Dunia Memanas
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 09.15
Harga Minyak Dunia Mepet US$100 usai Iran Serang Aset Militer AS
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 10.26
Harga Minyak Dunia Melambung, Rupiah Melorot ke 38 Poin
Detik.com · 10 September 2026 pukul 08.21
Harga Minyak Tembus US$ 101 per Barel!
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Tembus US$ 101 per Barel, Tertinggi Sejak Mei
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 07.40
Perang Timteng Makin Membara, AS-Iran Saling Serang Membabi-buta
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 07.00
Serangan AS Berlanjut, Harga Minyak Dunia Dekati USD100 per Barel
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 13.42
Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Mentah Dunia Lanjut Menguat
JawaPos · 8 September 2026 pukul 09.45