Harga Minyak Dunia Tembus US$ 101 per Barel, Tertinggi Sejak Mei
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540888/original/091837400_1774840995-5.jpg)
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 3% menyusul memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Teluk Persia. Kontrak Brent naik 3,4% menjadi US$ 101,21 per barel, level tertinggi sejak Mei, sementara WTI menguat 3,3% ke US$ 96,05 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh penghancuran lima tanker minyak Iran oleh militer AS sebagai balasan atas serangan terhadap kapal perang AS.
Ketegangan ini berdampak langsung pada harga bahan bakar di AS, di mana bensin mencapai rekor US$ 4,15 per galon pada periode Labor Day dan diesel diprediksi menembus US$ 6 per galon. Goldman Sachs memperingatkan risiko harga minyak melonjak hingga di atas US$ 120 per barel jika serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz terus berlanjut dan mengganggu distribusi energi global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 10 September 2026 pukul 08.21
Harga Minyak Tembus US$ 101 per Barel!
kumparan · 10 September 2026 pukul 05.00
Populer: PM Singapura Sumbang Kenaikan Gaji; Harga Minyak Dunia Memanas
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 19.36
Pakar: Gas Bumi Adalah Bahan Baku Ekonomi, bukan Sekadar Komoditas
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 13.42
Serangan AS Berlanjut, Harga Minyak Dunia Dekati USD100 per Barel
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Menguat Usai AS Ancam Isolasi Ekonomi Iran
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.30
Harga Minyak Dunia Mepet US$100 usai Iran Serang Aset Militer AS
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 09.15
Tak Lagi Impor Solar, Devisa RI Meningkat Rp 170 Triliun Tahun Ini
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 15.40
Rusia: Uni Eropa Lakukan Harakiri dan Bangga Nyatakan Rakyatnya Harus Menderita
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 12.28