Harga Minyak Naik Jadi US$103 per Barel, Serangan Houthi ke Fasilitas Aramco Picu Kekhawatiran Pasokan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah dunia naik menjadi US$103,06 per barel pada Senin (5/10/2026) setelah serangan Houthi yang didukung Iran terhadap fasilitas Saudi Aramco di Riyadh dan Khurais. Serangan menggunakan rudal balistik dan drone memicu kekhawatiran pasar akan gangguan produksi minyak Arab Saudi, salah satu eksportir terbesar. Minyak Brent naik 0,79% menjadi US$103,06 per barel, WTI naik 0,50% menjadi US$91,57 per barel. Konflik Houthi-Yaman meluas ke Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis. Arab Saudi bersiap lakukan operasi balas dendam untuk mengamankan Laut Merah. OPEC+ mempertahankan target produksi November 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 5 Oktober 2026 pukul 09.20
Arab Saudi Pangkas Harga Minyak ke Asia, Diskon Terbesar sejak 2020
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 08.53
Harga Minyak Dunia Tergelincir Setelah Ekspor Timur Tengah Meningkat
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 07.35
Arab Saudi Pangkas Harga Minyak untuk Pasar Asia
ANTARA News · 4 Oktober 2026 pukul 21.23
Tujuh negara OPEC+ sepakat pertahankan batas produksi minyak November
Berita terkait
Produksi Minyak Arab Saudi Anjlok ke Tingkat Terendah Sejak 1990
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 16.32
Diam-Diam China Jalin Komunikasi ke Houthi soal Minyak di Laut Merah
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 11.42
Stok AS Menyusut dan OPEC+ Siap Tahan Produksi, Harga Minyak Naik 4%
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 10.15
Koalisi Saudi Tepis Klaim Houthi soal Serangan ke Riyadh: Menyesatkan
Detik.com · 4 Oktober 2026 pukul 17.49