Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

HOKI Buka Suara Usai Produk Beras Fortifikasi Dicap Abal-Abal

PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) mengakui empat produk beras fortifikasinya—Topi Koki Short Grain, Topi Koki Setra Royale, Topi Koki Long Grain Crystal, dan HOK-1 Gohan—diduga tidak sesuai klaim gizi dan label kemasan. Direktur HOKI, Muliati, menyatakan perseroan menghormati hasil pengawasan dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, serta akan mengikuti arahan instansi terkait. Hingga kini, operasional perusahaan masih berjalan normal, namun dampak finansial dan operasional belum dapat dipastikan secara pasti.

Pemerintah, bersama Satgas Pangan Polri, baru saja mengungkap adanya 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi standar. Produk-produk ini diduga melanggar SNI 9314:2024 dan SNI 9372:2025. Merek-merek tersebut antara lain meliputi WFO, TKS, IMF, NUR, TKL, HOK, BRV, IMR, IHJ, IAK, PBK, GNB, DTR, TKR, WJK, PLK, MKY, IMC, PTK, ARP, ARN, SKM, GNM, TAR, dan CMS.

Bapanas mencurigai adanya praktik curang dalam peredaran beras berlabel fortifikasi. Berdasarkan hasil pengujian, potensi kerugian konsumen dari selisih harga produk yang tidak sesuai diperkirakan mencapai Rp 89 triliun.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait