25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah, Produksi Disetop dan Stok Ditarik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336612/original/084167500_1788168015-1000425719.jpg)
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menghentikan produksi dan menarik 25 merek beras fortifikasi dari peredaran hingga September 2026. Langkah ini diambil karena produk dari 11 pelaku usaha tersebut diduga tidak memenuhi standar mutu dan kandungan gizi sesuai SNI 9314:2024 dan SNI 9372:2025, sehingga dianggap melakukan penipuan terhadap konsumen.
Praktik curang ini diperkirakan menyebabkan potensi kerugian konsumen mencapai Rp 89 triliun akibat selisih harga produk yang dijual terlalu tinggi namun isinya tidak sesuai label. Pemerintah melalui OKKPD di berbagai provinsi telah memberikan surat peringatan, sementara korporasi yang terbukti bersalah terancam sanksi denda hingga pencabutan izin usaha berdasarkan KUHP dan UU Perlindungan Konsumen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 16 September 2026 pukul 18.38
Bapanas: 25 Merek beras fortifikasi culas berhenti produksi-ditarik
JawaPos · 15 September 2026 pukul 14.15
Bapanas Bongkar Dugaan Praktik Curang Beras Fortifikasi, Kenali Sejumlah Mereknya
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.29
Polri Akan Proses Hukum Kasus Temuan Beras Fortifikasi Abal-abal
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 12.54
Amran Geram, Beras Fortifikasi Abal-abal Rugikan Masyarakat Rp 89 T
Berita terkait
Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label, Bakom Soroti Kerugian Konsumen
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 08.32
Rincian 25 Merek Beras Fortifikasi yang Diduga Palsu
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 14.30
Bapanas Selidiki Alasan Beras Fortifikasi Dijual Mahal
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 17.53
Kronologi Dosa-Dosa 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-Abal Terbongkar
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 21.20