IHSG Menguat 0,42% Meski Pasar Tersengat Kabar Buruk dari AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IHSG menguat 0,42% ke level 6.463,61 pada perdagangan Kamis (17/9/2026) dengan nilai transaksi Rp 7,88 triliun. Penguatan ini didorong oleh sektor energi, konsumer, dan finansial, serta emiten seperti BMRI, BYAN, DSSA, BBRI, dan CUAN, meskipun pasar menghadapi tekanan sentimen global.
Tekanan utama berasal dari keputusan The Fed menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75%-4%, yang memicu lonjakan indeks dolar AS ke 100,252 dan imbal hasil US Treasury 10 tahun ke 5,004%. Selain itu, konflik di Timur Tengah terkait penguasaan Selat Bab el-Mandeb oleh kelompok Houthi meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak global dan inflasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 08.36
Kenaikan Suku Bunga The Fed Jadi Perhatian Pasar, IHSG Rawan Aksi Profit Taking
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 06.45
IHSG Diproyeksi Konsolidasi, Pasar Cermati Sinyal The Fed
ANTARA News · 16 September 2026 pukul 09.31
IHSG menguat di tengah kuatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 12.30
The Fed Kerek Suku Bunga, Dana Asing Terancam Kabur dari RI
Berita terkait
IHSG Lanjut Koreksi, Dibuka Turun 0,21%
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 09.02
The Fed Naikkan Suku Bunga ke 4% akibat Inflasi Perang Iran
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.01
Video: Nasib Rupiah dan IHSG Hadapi Efek Suku Bunga The Fed Naik
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.00
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.454,45 di Tengah Tekanan Sentimen Global
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 09.14