Indonesia Penjajakan Bareng China-Rusia Garap Trans Kalimantan Railway
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah sedang melakukan penjajakan dengan investor dari China dan Rusia untuk membangun Trans Kalimantan Railway. Penjajakan ini dilakukan bersama investor asing maupun dalam negeri, dengan koordinasi terhadap Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai bagian dari Badan Pengusahaan Infrastruktur (BPI) Danantara. Dudy juga menyampaikan pemerintah sedang menyusun roadmap untuk proyek serupa di Trans Sumatra, yang sebagian sudah tersedia namun perlu disambungkan kembali.
Hingga kini, pemerintah belum menyampaikan perhitungan angka investasi yang spesifik. Dudy menyatakan pemerintah masih akan menilai kelayakan bisnis dari masing-masing investor sebelum memutuskan. Berdasarkan minat investor, KAI lebih tertarik mengembangkan Trans Sumatra, sementara untuk Trans Kalimantan minatnya lebih kuat dari China dan Rusia.
Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan niat pemerintah untuk menggarap kedua jalur kereta api tersebut. Ia menekankan peran penting kereta api sebagai instrumen logistik yang ekonomis dan layanan publik, terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah. Menurutnya, transportasi kereta api dapat mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 7 Agustus 2026 pukul 05.31
Proyek rel Trans-Kalimantan, Menhub: Kami jajaki dengan China, Rusia
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 22.00
Persiapan Perang! Pentagon Susun Strategi Nuklir Lawan Rusia-China
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 20.05
China dan Rusia Minat Garap Proyek Rel Trans Kalimantan
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 20.00
China dan Rusia Berminat Bangun Kereta Trans Kalimantan
Berita terkait
Kereta Trans Sumatra Dilirik KAI, China-Rusia Minati Trans Kalimantan
CNN Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 06.00
Rusia dan China Veto Resolusi AS mengenai Sanksi terhadap Iran
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 21.31
Tok! Rusia dan China Veto Resolusi AS soal Iran di Dewan Keamanan PBB
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 07.10
Rusia Kritik AS: Luar Angkasa Harus Bebas dari Senjata Apapun!
Detik.com · 16 September 2026 pukul 17.00