INKA Buka Suara usai BP BUMN Soroti Rugi Rp677 M hingga Utang Rp4,7 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA membuka suara usai BP BUMN menyoroti kondisi keuangan perusahaan yang tidak baik-baik saja. INKA mencatat kerugian Rp677 miliar, ekuitas negatif, serta utang tidak berkelanjutan sebesar Rp4,7 triliun. General Manager Corporate Secretary INKA, Bambang Sutrisno, menyatakan arahan BP BUMN menjadi momentum untuk mempercepat transformasi dan pembenahan. Fokus utama meliputi perkuatan fundamental perusahaan, proses bisnis yang efektif, serta penyelesaian proyek yang tepat waktu dan berkualitas. Perbaikan dilakukan dengan mengintegrasikan perencanaan, pengelolaan kontrak, pelaksanaan proyek, produksi, hingga penyelesaian kepada pelanggan. INKA juga memperkuat sistem kualitas produksi untuk memastikan keselamatan dan keandalan sarana kereta. Transformasi ini difokuskan pada pengembangan kapabilitas industri perkeretaapian nasional, termasuk engineering, manufaktur, tenaga kerja, teknologi, dan ekosistem pendukung. Kapaiman BP BUMN Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menekankan pentingnya komitmen bersama dan tata kelola yang benar dalam proses pemulihan kinerja INKA.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 September 2026 pukul 10.59
Kondisi INKA Tak Baik-baik Saja: Rugi Rp 677 M-Utang Rp 4,7 T
Detik.com · 16 September 2026 pukul 11.49
Rugi 677 M & Utang Rp 4,7 T, INKA Buka Suara
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 19.30
Kinerja INKA Tertekan: Utang Rp 4,7 Triliun dan Rugi Rp 670 Miliar
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 15.32
Rugi Rp670 Miliar, INKA Butuh Pembenahan Serius
Berita terkait
INKA Tak Baik-baik Saja, Rugi Rp677 M-Utang Tembus Rp4,7 T
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 18.19
Dorong Pembangunan, Danantara Sorot Hutama Karya sebagai Benchmark
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.30
KAI dan INKA Pastikan Perawatan 7 Trainset KRL iE305 Sesuai Target
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 14.50
Putra Bos Mayapada Jual Saham MAYA di Harga Rp10
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 09.25