Iran Kecam Sanksi Ekonomi dari AS, Sebut Rusak Tatanan Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran mengecam keras sanksi ekonomi sekunder baru yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS), menilainya melanggar kedaulatan negara lain dan hukum internasional. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa sanksi sekunder ini tidak hanya menargetkan Iran, tetapi juga pihak ketiga yang nekat menjalin hubungan dagang dengan Iran. Baghaei menegaskan bahwa tidak ada negara yang secara hukum dapat memaksa institusi asing untuk menghentikan perdagangan sah, dan menilai kebijakan ini merusak prinsip kesetaraan kedaulatan yang tertuang dalam Pasal 2 ayat 1 Piagam PBB serta larangan intervensi yang disampaikan Mahkamah Internasional dalam kasus Nikaragua. Ia memperingatkan bahwa kombinasi sanksi dan blokade laut AS dapat mengurangi kedaulatan negara lain menjadi bersifat sementara dan dapat dicabut sewaktu-waktu, berpotensi merusak tatanan internasional berbasis PBB dan membuka kembali ancaman kolonialisme klasik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.11
Iran Kecam Sanksi Ekonomi AS sebagai Pelanggaran Kedaulatan Internasional
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 18.26
Iran: Sanksi Baru AS adalah Terorisme Ekonomi, Kejahatan terhadap Kemanusiaan
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 17.26
AS Jatuhkan Sanksi Terberat dalam Sejarah untuk Runtuhkan Iran
ANTARA News · 21 Agustus 2026 pukul 07.54
AS siapkan sanksi ekonomi terberat dalam sejarah untuk Iran
Berita terkait
AS Iran Panas Lagi! Trump Terapkan Sanksi Terkeras Sejarah ke Teheran
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 06.40
Apa Saja Sanksi yang Dijatuhkan AS terhadap Iran sejak Perang Dimulai?
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 19.32
ICC Sebut Sanksi AS Bentuk Serangan atas Keadilan
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 20.24
Keadilan di Tengah Tekanan: Presiden ICC Jadi Sasaran Sanksi AS
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.41