Iran Kecam Sanksi Ekonomi AS sebagai Pelanggaran Kedaulatan Internasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Iran mengecam keras peluncuran sanksi ekonomi baru Amerika Serikat (AS) yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan internasional. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa sanksi sekunder ini bukan sekadar serangan ekonomi, tetapi juga bentuk penegasan kedaulatan ekstra-teritorial atas negara-negara merdeka di bawah PBB. Baghaei menekankan bahwa tidak ada negara yang berhak memaksa lembaga asing di bawah yurisdiksi lain untuk menghentikan perdagangan sah, dan menyebut praktik ini melanggar hukum internasional serta preseden Mahkamah Internasional dalam kasus Nikaragua.
Kecaman ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana operasi ekonomi paling menghancirkan terhadap Iran, dengan target sektor minyak, keuangan, dan transportasi global. Trump juga memberi ancaman keras kepada negara lain yang memberikan jalur penyelamat ekonomi kepada Iran. Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa saat ini adalah waktu terbaik untuk berhentikan konflik dengan AS, mengingat posisi Iran yang kuat dan bermartabat. Menlu Iran Abbas Araghchi meyakini bahwa sanksi baru akan gagal seperti ancaman serupa di masa lalu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 06.40
AS Iran Panas Lagi! Trump Terapkan Sanksi Terkeras Sejarah ke Teheran
ANTARA News · 22 Agustus 2026 pukul 12.26
Iran sebut sanksi ekonomi baru AS pasti gagal
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 20.27
AS Dianggap Kehilangan Kredibilitas, Sanksi Terberat pada Iran Tak akan Berhasil
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 18.26
Iran: Sanksi Baru AS adalah Terorisme Ekonomi, Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Berita terkait
Trump sebut Selat Hormuz segera dibuka dan ancam Iran jika gagal
ANTARA News · 5 Agustus 2026 pukul 12.30
Trump Ancam Negara yang Bantu Iran, Seberapa Ampuh Sanksi AS?
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.45
Donald Trump Klaim Ekonomi Iran Hancur dan Inflasi Tembus 350 Persen
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.08
Trump Klaim Selat Hormuz Kini Berstatus Wilayah Amerika
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 08.58