Rupiah Menguat ke 17.903 per Dolar AS, Ini Pendorongnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
Rupiah menguat 0,07% atau 13 poin ke level 17.903 per USD pada Jumat (25/9/2026) seiring penyelesaian ketegangan perdagang AS-China. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi gencatan senjata perdagang telah diperpanjang hingga 10 Januari 2027, meredakan kekhawatiran pasar. Perkembangan ini diakibatkan pertemuan mendadak antara Bessent dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Washington. Di sisi lain, ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed masih dipengaruhi pernyataan pejabat Fed atas inflasi dan data ekonomi AS yang kuat, termasuk PMI Komposit mencapai 58,4 pada September. Meskipun menguat, pasar tetap mencermati faktor eksternal seperti dinamika geopolitik dan kebijakan moneter.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 17.03
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp17.903 per USD
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 16.22
Rupiah menguat dipengaruhi hubungan yang membaik antara AS-China
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 15.04
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Balik Turun Tipis ke Rp17.880
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 10.37
Pergerakan rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan Fed
Berita terkait
Rupiah Sempat Tertekan Mendekati 18.000, Sentimen Eksternal Biang Keladinya
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 16.01
Rupiah Hari Ini Tertekan ke 17.933, Potensi Kenaikan Bunga The Fed Jadi Beban
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 11.02
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.935, Pasar Masih Cermati Harga Minyak Dunia
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 09.16
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Kembali Tembus Rp17.900
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 09.03