Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Jika Ingin Aman hingga 2029, Prabowo Harus Pilih Puan Maharani Jadi Wapres

Pakar ilmu pemerintahan Muhammad Ryaas Rasyid menilai Presiden Prabowo Subianto perlu memilih Ketua DPP PDIP Puan Maharani sebagai wakil presiden untuk menjamin stabilitas dan keberlanjutan pemerintahan hingga 2029. Menurutnya, Puan merupakan sosok yang paling potensial untuk mengamankan langkah politik Prabowo, termasuk dalam peluang maju kembali pada pemilihan presiden 2029. Ryaas menyampaikan hal ini dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Sebagai alternatif, Ryaas juga menyebutkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai opsi lain. Namun, menurutnya, posisi AHY tidak sekuat Puan karena Prabowo masih berpotensi berhadapan dengan kubu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada Pilpres 2029. Ryaas menjelaskan bahwa meskipun ada peluang, memilih AHY justru memperjauh jarak dengan Megawati, yang mana dalam halolitik politik, Prabowo memiliki utang budi pada Megawati dan Taufik Kemas.

Di sisi lain, Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan membacakan putusan gugatan terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Selasa, 6 Oktober 2026, pukul 20.00 WIB. Gugatan diajukan oleh mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana dan 11 pemohon lainnya, yang mempersoalkan keabsahan ijazah SMA/Gebrina saat pencalonan pada Pilpres 2024. Para pemohon menilai terdapat cacat administratif dan meminta MK mengambil langkah hukum yang dapat berujung pada diskualifikasi Gibran. Di sisi lain, pihak yang mendukung Gibran meyakini hakim konstitusi akan menolak gugatan karena dinilai tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan diajukan setelah melewati tenggat waktu yang relevan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait