Kepala BGN Buka Suara soal Utang Rp 1,6 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono merespons temuan utang Rp 1,6 triliun kepada pihak ketiga pada tahun anggaran 2025. Ia menegaskan bahwa kewajiban tersebut lebih tepat dikategorikan sebagai tunggakan, bukan utang, dan saat ini sedang dalam proses audit. Sudaryono menegaskan tidak akan melakukan pembayaran sepihak tanpa rekomendasi dan verifikasi dari lembaga auditor, sesuai mekanisme yang berlaku.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari merinci komposisi tunggakan tersebut dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR pada 17 Juli 2026. Pos pengeluaran terbesar adalah belanja modal pembangunan dapur APBN sebesar Rp 1,04 triliun. Sisanya tersebar untuk berbagai kebutuhan seperti sertifikasi SPPG Rp 111 miliar, jasa EO dan publikasi Rp 330 miliar, belanja bahan Rp 16,1 miliar, serta bantuan pemerintah untuk MBG Rp 100 miliar.
Arumsari memastikan seluruh tunggakan akan dilunasi pada tahun 2026. Beberapa pos yang sudah melewati proses review dan sesuai ketentuan akan segera dibayarkan oleh Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), meski sebagian alokasi anggaran masih dalam kondisi diblokir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 18.02
Sudaryono Pastikan Tunggakan Rp1,6 Triliun BGN Dibayar usai Audit Tuntas
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 17.42
BGN Ungkap Alasan Tunggakan Rp 1,6 Triliun Mitra MBG Belum Dibayar
Berita terkait
BGN Ungkap Penyebab Insiden MBG di Sumut, Ikan Tidak Disimpan di Freezer
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 04.57
Kepala BGN Ancam Pecat Kepala SPPG yang Lalai: Kalau Enggak Mampu, Mundur Aja
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 04.43
Keracunan MBG di Karo, Kepala BGN Minta Kepala SPPG Setempat Dipecat
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 02.35
Bos BGN Kerahkan Dapur MBG Bantu Warga Terdampak Gempa di NTT
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 15.30