Kepala BMKS OJK Sarjito Ingin RI Jadi Penentu Harga Komoditas Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito menyatakan komitmen Indonesia untuk menjadi penentu harga komoditas strategis dunia. Indonesia merupakan penghasil komoditas mineral terbesar di dunia, seperti nikel, namun belum mampu menentukan harga karena masih mengacu pada harga yang ditetapkan negara lain. Menurut Sarjito, hal ini merupakan ironi yang perlu diatasi melalui pembentukan bursa komoditas nasional. Tujuannya adalah agar Indonesia tidak lagi menjadi 'price taker' tetapi dapat berkembang menjadi 'price influencer' dan akhirnya menjadi 'price maker' di pasar global. Pembentukan bursa komoditas juga diharapkan meningkatkan kontrol pemerintah terhadap transaksi, termasuk mencegah praktik transfer pricing dan under-invoicing. Dengan pencatatan transaksi yang transparan di bursa, pemerintah dapat memantau harga dan volume perdagangan dengan lebih baik. Sarjito berharap nilai transaksi komoditas Indonesia dapat tercatat dengan baik sehingga devisa dan pajak dapat masuk secara proporsional dan profesional, sekaligus memberikan kemakmuran yang lebih besar bagi rakyat Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 9 September 2026 pukul 16.17
Kepala Pengawas Bursa Mineral Mau RI Tentukan Harga Nikel, Ini Alasannya
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 19.05
Usai Sarjito Dilantik Jadi Kepala BMKS, OJK Kejar Target Bursa Mineral Beroperasi Januari 2027
JawaPos · 9 September 2026 pukul 17.30
OJK Targetkan Bursa Komoditas BMKS Beroperasi Januari 2027
kumparan · 9 September 2026 pukul 09.35
Harga Komoditas: Minyak Mentah Naik 1 Persen, Batu Bara-Timah Turun Tipis
Berita terkait
Harga Komoditas: Batu Bara-Timah Naik, Nikel Turun
kumparan · 4 September 2026 pukul 08.37
Bursa Mineral-Komoditas RI Kemungkinan Tunggal, Mirip London hingga Shanghai
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 18.21
Jalani Fit Proper di DPR, Sarjito Soroti RI Tak Punya Kendali Harga Komoditas
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 15.56
Bocoran Istana: Sawit hingga Nikel Bakal Masuk Bursa Mineral
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.54