Komisi Ojol Antar Barang Bakal Berbeda, Komdigi Siap Tampung Masukan Platform
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membuka ruang bagi platform ojek online untuk menyampaikan masukan terkait penyusunan aturan layanan pengantaran barang dan makanan. Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menyatakan bahwa pihaknya sedang mendalami proses bisnis layanan tersebut, termasuk menyerap aspirasi dari para pengemudi dan platform. Masukan ini akan menjadi pertimbangan dalam penyusunan aturan turunan dari Peraturan Presiden (Perpres) mengenai ojek online yang sedang disiapkan pemerintah.
Aturan layanan pengantaran barang dan makanan akan berada di bawah wewenang Komdigi, sementara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menangani pengaturan pengantaran orang. Nezar menegaskan bahwa skema pembagian 92:8 yang ditentukan untuk pengantaran orang tidak otomatis berlaku untuk pengantaran barang dan makanan karena karakteristiknya yang berbeda. Pemerintah juga akan mengkaji proses bisnis dan algoritma platform, termasuk biaya layanan yang dikenakan kepada pengguna.
Komdigi berkomitmen menyusun Keputusan Menteri (Kepmen) sesuai dengan Perpres yang akan diterbitkan. Tujuannya adalah menciptakan keseimbangan antara kepentingan pengemudi dan keberlangsungan bisnis platform. Pemerintah ingin memastikan aturan yang disusun adil bagi pengemudi sekaligus tidak mengganggu ekosistem digital yang sudah berjalan.
Bagikan
Berita terkait
Ojol Antar Makanan dan Barang Bakal Punya Aturan Sendiri, Komdigi Siapkan Regulasi
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 17.05
Komdigi Ungkap Penipuan Pakai AI Rugikan Indonesia Sampai Rp 9,1 T
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 17.45
Komdigi Rapatkan Tarif Pengantaran Barang Ojol, Beda dengan Narik Penumpang
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.41
Menkomdigi Ungkap 99,9% BTS di NTT Sudah Pulih, Janji Percepatan Perbaikan
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.15