Laba Saudi Aramco Melambung 33%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2775925/original/025938900_1554953969-Saudi_Aramco.jpg)
Saudi Aramco mencatatkan laba bersih yang disesuaikan sebesar 125,2 miliar riyal Saudi (setara US$ 33,4 miliar atau Rp 602,41 triliun) pada kuartal kedua 2026, naik 33% secara year-on-year dan melampaui perkiraan analis. Lonjakan ini terjadi di tengah ketegangan pasokan di Selat Hormuz akibat konflik Timur Tengah yang berlangsung lebih dari lima bulan. Kinerja kuat didorong oleh kenaikan harga bahan bakar minyak dan produk olahan, meskipun volume penjualan minyak mentah mengalami penurunan. Arus kas dari aktivitas operasi mencapai US$ 25,4 miliar, sementara rasio utang terhadap ekuitas naik dari 4,8% pada kuartal pertama ke 6,2% pada akhir Juni 2026. Untuk menjaga ekspor tetap optimal, Aramco memanfaatkan jalur pipa Timur-Barat sepanjang 1.200 km menuju Laut Merah, dengan kapasitas hingga 7 juta barel per hari, sekaligus menjaga produksi dan proyek strategis tetap berjalan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 03.30
5 Perusahaan Minyak Paling Untung Besar saat Perang Iran, Saudi Aramco Paling Fantastis Capai Rp585 Triliun
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.16
Trump Ultimatum Iran: Damai atau 'Penyerahan Total'
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 09.30
Trump: Iran Punya Kesempatan Terakhir untuk Deal atau Dipenggal Kepalanya!
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 08.16
Bos Chevron Nyalakan Sinyal Bahaya Pasar Energi Global,AS Siapkan Pipa Rahasia?
Berita terkait
Iran Ungkap 3 Pilot yang Hilang Ditahan Qatar
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.30
Kapal UEA Kembali Diserang di Selat Hormuz
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 00.01
Ancaman Serangan Mengintai Kapal, Lalu Lintas di Selat Hormuz Hanya Belasan Persen
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 13.01
Kapal Komersial Hadapi Ancaman di Selat Hormuz dan Bab al-Mandeb, Tak Ada Lagi Jalur Pelayaran Aman
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 00.01