Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Letusan Krakatau 1883: Ketika Bencana dari Selat Sunda Menggetarkan Dunia

Pada 27 Agustus 1883, Gunung Krakatau meletus dengan ledakan terbesar yang pernah tercatat, merusakkan sebagian besar tubuh gunung dan menyebabkan tsunami hingga ke pesisir Banten dan Lampung. Letusan ini juga memuntahkan abu vulkanik dan gas sulfur ke atmosfer, yang menyebar ke seluruh dunia. Di Batavia, jarum-jarum telegraf merekam gempa yang tidak normal, sementara di pulau jauh seperti Rodrigues, warga mendengar suara ledakan seolah tembakan meriam. Dokumen resmi pemerintah Hindia Belanda mencatat 36.417 korban jiwa akibat bencana ini. Di atas kapal Norham Castle, kapten menuliskan kesaksian kegelapan total dan hujan batu apung yang menghantam geladak. Di daratan, Raden Aria Taia Sukapura mencatat hujan abu hitam menghujan seperti salju, mematikan cahaya dan menghancurkan rumah. Letusan Krakatau juga memengaruhi kondisi atmosfer global, menyebabkan penurunan suhu rata-rata sebesar lebih dari satu derajat Celsius dan menciptakan warna langit merah serta jingga yang tidak biasumati. Fenomena ini dikaitkan dengan kemungkinan inspirasi latar dalam lukisan The Scream karya Edvard Munch, meskipun hubungan tersebut belum dapat dipastikan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait