Destry Damayanti Pastikan BI Tetap Fokus Jaga Stabilitas Rupiah dan Inflasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, memastikan kebijakan bank sentral tetap fokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi setelah pengunduran diri Gubernur Perry Warjiyo. Destry secara otomatis mengambil alih tugas berdasarkan undang-undang, dengan Dewan Gubernur saat ini berjumlah lima orang. Ia menegaskan perubahan kepemimpinan tidak mengubah prioritas utama BI.
Untuk stabilitas rupiah, BI tetap aktif di pasar dengan intervensi melalui instrumen seperti pasar spot, Non Deliverable Forward (NDF), dan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF). Kebijakan ini bertujuan memperkuat sektor eksternal dengan mengoptimalkan capital inflow. Untuk inflasi, BI memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk meningkatkan produksi pangan lokal.
Selain itu, BI terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) demi stabilitas sektor keuangan. Kebijakan makroprudensial akan dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. BI juga mengoptimalkan upaya di bidang sistem pembayaran, pengembangan UMKM, ekonomi syariah, dan ekonomi hijau sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 14.15
Bank Indonesia Komitmen Jaga Kestabilan Rupiah hingga Inflasi
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 07.16
Rupiah Menanti Nakhoda Baru
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 19.45
Aliran Dana Asing Masuk Tembus Rp 195 Triliun hingga Juni 2026
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 19.00
Rupiah Perkasa di Akhir Pekan, Menguat ke 18.022 per Dolar AS
Berita terkait
Eks Menkeu Beberkan PR Gubernur BI Baru: Jaga Rupiah Hingga Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.27
Bos ADBI Ungkap PR Gubernur BI Baru: Jaga Rupiah hingga Dorong Pertumbuhan
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.51
Membaca Deflasi, Menakar Respons BI
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 12.00
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.875
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 09.03