Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bukan Pelemahan Ekspor, Mendag Tunjuk Penyebab Neraca Dagang Defisit

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa defisit neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 tidak disebabkan oleh pelemahan ekspor, melainkan karena kenaikan harga minyak dunia yang mendorong nilai impor naik. Ekspor Indonesia pada Januari-Juni 2026 tumbuh 4,1% dengan surplus US$3,5 miliar. Pada Juni 2026, defisit sebesar US$450 juta terutama dipengaruhi oleh komoditas migas (US$3,49 miliar). Budi menekankan bahwa jika harga minyak kembali ke level bulan Maret 2026 (di atas US$110 per barel), dengan volume ekspor dan impor saat ini, Indonesia akan kembali mencatat surplus sebesar US$2,73 miliar. Kenaikan harga satuan impor per ton mencapai 14% rata-rata dibandingkan bulan sebelumnya. Pemerintah berkomitmen terus mendorong peningkatan ekspor untuk menjaga neraca perdagangan tetap surplus, dengan harapan kondisi membaik pada Juli 2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait