Bukan Pelemahan Ekspor, Mendag Tunjuk Penyebab Neraca Dagang Defisit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa defisit neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 tidak disebabkan oleh pelemahan ekspor, melainkan karena kenaikan harga minyak dunia yang mendorong nilai impor naik. Ekspor Indonesia pada Januari-Juni 2026 tumbuh 4,1% dengan surplus US$3,5 miliar. Pada Juni 2026, defisit sebesar US$450 juta terutama dipengaruhi oleh komoditas migas (US$3,49 miliar). Budi menekankan bahwa jika harga minyak kembali ke level bulan Maret 2026 (di atas US$110 per barel), dengan volume ekspor dan impor saat ini, Indonesia akan kembali mencatat surplus sebesar US$2,73 miliar. Kenaikan harga satuan impor per ton mencapai 14% rata-rata dibandingkan bulan sebelumnya. Pemerintah berkomitmen terus mendorong peningkatan ekspor untuk menjaga neraca perdagangan tetap surplus, dengan harapan kondisi membaik pada Juli 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 11.44
Mendag Ungkap Biang Kerok Neraca Perdagangan RI Defisit 2 Bulan
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 18.49
Rupiah Hari Ini Kembali Melemah ke 18.000 Imbas Defisit Neraca Dagang
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 11.01
Neraca Perdagangan Internasional di Kalsel Surplus Rp 80 Triliun
Berita terkait
Neraca Dagang Indonesia Agustus 2026 Cetak Surplus Tinggi USD 7,25 Miliar
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 15.00
Neraca Dagang RI Surplus US$3,55 Miliar pada Agustus 2026
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 12.59
Harga Minyak Naik Tipis ke US$102,6, Pasar Cermati Sinyal Pasokan dan Risiko Timur Tengah
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 08.50
BI: Kenaikan Surplus Perdagangan Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 08.38