Jakarta · Rabu, 7 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Menperin Targetkan Produksi Rumput Laut RI Nomor Satu Dunia

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan target agar produksi rumput laut Indonesia menjadi nomor satu di dunia. Target ini disampaikan dalam peluncuran Integrated Seaweed Development Action Plan (ISDAP) 2026-2030 di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, pada Selasa (6/10). Kemenperin akan mempersiapkan ekosistem industri rumput laut untuk mendukung industrialisasi, hilirisasi, penciptaan nilai tambah, dan pertumbuhan ekonomi. Pengembangan ini sejalan dengan potensi sumber daya rumput laut yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Pada triwulan II-2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32%, sedikit lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29%. Sektor ini menyumbang Rp1.102,88 triliun atau sekitar 38,98% dari investasi nasional dan 82,40% dari ekspor nasional. Berdasarkan data World Bank pada 2025, nilai tambah industri manufaktur Indonesia mencapai US$275,61 miliar, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-12 dunia dan pertama di Asia Tenggara. Pada semester I-2026, industri makanan dan minuman tumbuh 6,77% dan menyumbang 41,86% terhadap PDB industri nonmigas.

Kemenperin menekankan bahwa pengembangan industri rumput laut harus melibatkan seluruh rantai nilai, dari bahan baku hulu hingga pasar hilir. Produk turunan rumput laut meliputi pangan, agar, karagenan, hingga bahan untuk industri farmasi, kosmetik, nutraceutical, biomaterial, dan bioplastik. Pengembangan ini juga dimasukkan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2026-2045. Kemenperin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, investasi swasta, riset, inovasi, teknologi, dan kerja sama internasional untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait