Menperin Ungkap 4 Tekanan yang Menjepit Industri Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457547/original/055326500_1767005788-1__1_.jpeg)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkap empat tekanan utama industri Indonesia: banjir impor, ketegangan geopolitik, kenaikan harga minyak, dan daya beli yang belum pulih. Tekanan ini tercermin dari PMI manufaktur turun ke 49,8 pada Agustus 2026, sedikit di bawah ambang 50, sementara IKI tetap di 52,3. Banjir impor terjadi karena baja, tekstil, dan elektronik asing masuk dengan harga di bawah produksi domestik. Ketegangan geopolitik seperti konflik AS-Iran mengganggu pasokan energi, menyebabkan harga minyak Brent mencapai US$ 101 per barel. Kenaikan biaya energi mempengaruhi logistik dan bahan baku industri. Daya beli masyarakat masih lemah meskipun Indeks Keyakinan Konsumen mencapai 118,5, menurunkan pesanan dan menumpuk persediaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.33
Kementerin Bantah Tambahan Impor 150 Ribu Ton Gula Kristal Rafinasi
Berita terkait
Kemenperin Tegaskan Tidak akan Tambah Pasokan Gula Mentah untuk Rafinasi
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 11.30
Pasokan Gas PGN Dibatasi, FIPGB Khawatir Produksi Industri Terganggu
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 19.51
Video: Kinerja Sektor Manufaktur Tertekan, Pengusaha Ungkap Sebabnya
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 11.32
2 Juta Ton Baja Lapis Seng China Masuk RI, Industri Lokal Kena Imbas
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 21.00