Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Minyak Terbang Lagi! Hormuz Memanas, Pasar Siaga Data Inflasi AS

Harga minyak dunia kembali menguat pada Rabu (12/8/2026) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Brent naik 0,64% menjadi US$89,48 per barel, sedangkan WTI naik 0,73% ke US$83,81 per barel. Sejak penutupan 5 Agustus, Brent telah melonjak sekitar 12,6% dan WTI menguat lebih dari 11%. Pada perdagangan Selasa, Brent ditutup naik 1,4% ke US$88,91 dan WTI naik 1,3% ke US$83,20. Kedua kontrak naik sekitar 5% pada awal pekan.

Reli harga didorong oleh kekhawatiran keamanan pasokan, terutama di sekitar Selat Hormuz. Empat awak kapal tewas dalam serangan yang diduga dilakukan kelompok Houthi di Selat Bab el-Mandeb. Iran menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup hingga AS memenuhi tuntutannya, termasuk pencairan aset Iran yang dibekukan. Sebelum konflik, sekitar seperlima arus perdagangan minyak dan LNG global melewati selat tersebut, sehingga ancaman gangguannya menambah premi risiko di pasar.

Selain geopolitik, investor menunggu rilis inflasi konsumen AS untuk Juli. Konsensus memperkirakan inflasi bulanan naik 0,1% setelah turun 0,4% pada Juni, dan inflasi tahunan melambat menjadi 3,4% dari 3,5%. Data ini menjadi acuan pasar menilai peluang kenaikan suku bunga The Fed yang diperkirakan sekitar 50%. Sementara itu, fokus utama pelaku pasar masih pada ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait