Pinjol hingga Scam Mengintai, OJK Minta Literasi Finansial Dimulai dari Sekolah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan literasi dan kemampuan finansial (financial capability) bagi generasi muda sejak bangku sekolah. Langkah ini diambil karena kemudahan akses transaksi digital real-time tidak dibarengi dengan kemampuan pengambilan keputusan keuangan yang tepat, sehingga meningkatkan risiko bagi pengguna muda.
OJK menyoroti berbagai ancaman dalam ekosistem keuangan digital, seperti pinjaman online ilegal, judi online, scam, fraud, serta kebocoran data pribadi. Untuk mengatasinya, OJK mengusulkan pengintegrasian pendidikan keuangan ke dalam kurikulum sekolah, bahan ajar, dan pelatihan guru agar siswa mampu memahami karakteristik produk keuangan serta memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 10.45
Dorong Keuangan Digital, OJK Siapkan 4 Agenda Strategis dan Penguatan Literasi
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 13.24
Prudential: Literasi keuangan harus berkembang seiring akses teknologi
Detik.com · 24 September 2026 pukul 20.00
Literasi Keuangan Digital-Syariah Masuk Jadi Kurikulum Pelajaran Sekolah
kumparan · 24 September 2026 pukul 19.24
OJK Gandeng Kemendikdasmen, Masukkan Literasi Keuangan Digital ke Kurikulum
Berita terkait
Kripto Jadi Primadona Anak Muda, OJK Peringatkan Jangan Asal Beli
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 18.30
Jangan Asal Tagih! OJK Tegaskan Pengguna Paylater dan Pinjol Punya Hak yang Sama
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 20.00
BNI Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda lewat Lampung Financial Festival 2026
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 08.46
Utang Non Bank Makin Diminati Warga Pinjol hingga Paylater Laris Manis
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 13.17