OPEC+ Sepakat Tahan Target Produksi, Harga Minyak Masih di Atas US$100
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

OPEC+ sepakat mempertahankan target produksi 31,01 juta barel per hari untuk November 2026 pada pertemuan daring pada 4 Oktober 2026. Kesepakatan disetujui tujuh anggota inti: Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman. Produksi OPEC+ masih jauh di bawah kuota meski aliran minyak melalui Selat Hormuz meningkat, sehingga pasar tetap ketat. Harga minyak Brent berada di atas US$100 per barel, jauh lebih tinggi dari US$73 sebelum perang Iran pada Februari 2026. Produksi tujuh anggota inti mencapai 25 juta barel per hari pada Agustus 2026, naik 630 ribu barel per hari dari Juli, namun masih 5 juta barel per hari di bawah produksi sebelum perang. Konflik Timur Tengah menghambat kajian kapasitas produksi untuk menentukan kuota 2027, sehingga perubahan target produksi diperkirakan tidak ada sebelum 2027.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 08.30
OPEC+ Sepakat Tahan Produksi Minyak
Liputan6.com · 4 Oktober 2026 pukul 22.15
OPEC+ Tahan Target Produksi, Harga Minyak Dunia Bertahan di Atas US$ 100
SINDOnews · 5 Oktober 2026 pukul 13.30
Ekspor Teluk Masih Terganggu, OPEC+ Tahan Produksi Minyak November
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 08.53
Harga Minyak Dunia Tergelincir Setelah Ekspor Timur Tengah Meningkat
Berita terkait
Harga Minyak Turun 1% Usai Pasokan Arab Saudi Kembali Meningkat
kumparan · 23 September 2026 pukul 09.33
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Brent Tembus US$96 per Barel
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 09.19
Harga Minyak Dunia Hari Ini Melompat Setelah Ketegangan Meningkat di Selat Hormuz
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 08.53
Harga Minyak Melonjak 1 Persen, Dipicu Eskalasi Konflik AS-Iran
kumparan · 3 September 2026 pukul 08.00