Ekspor Teluk Masih Terganggu, OPEC+ Tahan Produksi Minyak November
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tujuh anggota inti OPEC+ — termasuk Saudi Arabia, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman — memutuskan pada pertemuan daring Minggu (4/10/2026) untuk mempertahankan target produksi minyak pada November 2026, sejalan dengan kuota September 2026. Keputusan ini menandai jeda peningkatan produksi untuk bulan kedua berturut-turut, sekaligus menunjukkan kekhawatiran akan gangguan pasokan akibat konflik yang melibatkan Iran di Teluk. Meskipun target produksi telah dinaikkan sejak April hingga September 2026 — dengan kenaikan terbaru sebesar 188.000 barel per hari pada September — realisasi produksi di kawasan Teluk masih berada di bawah kuota. Ekspor para produsen hanya mencapai 60 hingga 80 persen dari tingkat normal akibat dampak perang AS-Israel melawan Iran. OPEC+ juga menegaskan komitmennya untuk mematuhi penuh Declaration of Cooperation, meski menghadapi tekanan dari proyeksi permintaan global yang lesu dan ketidakpastian geopolitik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 08.30
OPEC+ Sepakat Tahan Produksi Minyak
JawaPos · 4 Oktober 2026 pukul 22.45
7 Negara OPEC+ Sepakat Pertahankan Batas Produksi Minyak November
Liputan6.com · 4 Oktober 2026 pukul 22.15
OPEC+ Tahan Target Produksi, Harga Minyak Dunia Bertahan di Atas US$ 100
Berita terkait
Damai AS-Iran Belum Jelas, Harga Minyak Bertahan Dekati US$100
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 08.58
Iran Ingatkan Aset Energi AS di Teluk Rentan Kena Serangan Balasan
Detik.com · 8 September 2026 pukul 14.12
Iran Klaim Serang Pangkalan Udara Al Minhad di UEA dengan Puluhan Drone
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 12.54
Iran Bilang Aliansi Makkah Isyarat AS untuk Tinggalkan Sekutu Teluk
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 10.28