Pasokan MinyaKita Turun, Kemendag Ungkap Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495820/original/088300800_1770436926-Produk_MinyaKita2.jpg)
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjelaskan bahwa penurunan pasokan minyak goreng rakyat MinyaKita terkait dengan mekanisme Domestic Market Obligation (DMO) yang hanya berlaku saat produsen melakukan ekspor crude palm oil (CPO). DMO menjadi kewajiban ketika ada aktivitas ekspor, sehingga penurunan ekspor CPO berdampak langsung pada pasokan MinyaKita. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan menegaskan pemerintah tidak dapat memaksa produsen memproduksi MinyaKita tanpa ekspor.
Untuk menjaga ketersediaan, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 20 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Permendag Nomor 43 Tahun 2025. Aturan ini bertujuan menjamin stok, mencegah kelangkaan, dan memastikan pasokan minyak goreng untuk kebutuhan rumah tangga, termasuk minyak goreng premium dan second brand di pasar rakyat.
Data Kemendag menunjukkan tren ekspor CPO dalam dua tahun terakhir relatif stabil dengan fluktuasi bulanan, seperti penurunan pada Januari dan Februari serta peningkatan dari Maret hingga Mei. Pemerintah mengakui ketersediaan MinyaKita bergantung pada dinamika bisnis ekspor produsen dan permintaan dari luar negeri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 20.59
Kemendag Ungkap Biang Kerok Pasokan Sawit Buat Minyakita Turun
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 20.30
Kemendag Ungkap Pertanda dan Penyebab Jika Produksi Minyakita Turun
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 07.00
Kemendag Janji Stok MinyaKita Aman Meski Ada Penurunan DMO Sawit
Berita terkait
Kemendag Tegaskan Minyakita Bebas APBN, Pasokan dari DMO
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 03.45
Tanpa APBN, DMO Sawit Topang Pasokan MinyaKita
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.21
Kemendag Tetapkan Kenaikan Harga Ekspor Emas Periode II Agustus 2026
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 13.30
HNI Menyumbang Rp 963 M dari Total Transaksi Penjualan Langsung Nasional
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 09.20