Kemendag Janji Stok MinyaKita Aman Meski Ada Penurunan DMO Sawit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Perdagangan memastikan stok minyak goreng, termasuk Minyakita, tetap aman meski domestic market obligation (DMO) minyak sawit mengalami penurunan seiring turunnya ekspor crude palm oil (CPO). Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan menjelaskan penerbitan Permendag Nomor 20 Tahun 2026 menjadi dasar kewajiban produsen memasok minyak goreng ke pasar domestik.
Data Kemendag menunjukkan DMO CPO per 17 Juli 2026 tercatat 53.059 ton, turun dibanding Juni 2026 sebanyak 102.625 ton, dan jauh di bawah capaian Juli 2025 yang mencapai 215.359 ton. Meski demikian, Iqbal menegaskan penurunan DMO tidak otomatis membuat pasokan Minyakita langka, karena kewajiban DMO baru berlaku saat produsen melakukan ekspor CPO dan produk turunannya.
Aturan tersebut tidak hanya mengatur Minyakita, tetapi juga minyak goreng kemasan premium dan second brand agar tetap tersedia, utamanya di pasar rakyat. Melalui Pasal 4A Permendag No. 20/2026, produsen diwajibkan memasok minyak goreng kemasan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga di dalam negeri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 20.59
Kemendag Ungkap Biang Kerok Pasokan Sawit Buat Minyakita Turun
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 09.00
Pasokan MinyaKita Turun, Kemendag Ungkap Penyebabnya
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 20.30
Kemendag Ungkap Pertanda dan Penyebab Jika Produksi Minyakita Turun
Berita terkait
DMO Minyakita September 2026 Diprediksi Naik, Ekspor Jadi Pemicu
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 14.30
Distribusi Minyakita Bermasalah, Kemendag Sanksi 15 Pelaku Usaha
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 13.05
Kemendag beri sanksi 15 pelaku usaha pelanggar distribusi Minyakita
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 12.08
Kemendag Tegaskan Minyakita Bebas APBN, Pasokan dari DMO
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 03.45