PDIP Pernah Ganti Calon Wakil Kepala Daerah Usai Didiskualifikasi MK Gegara Dokumen Bermasalah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polemik ijazah Jokowi dan Gibran menyoroti isu keabsahan dokumen mantan presiden dan putranya. Peneliti politik Anwar Saragih menghubungkan isu ini dengan tokoh seperti SBY, JK, Sufmi Dasco Ahmad, dan Megawati. Dorongan dari Projo dan PSI meminta PDIP memberikan klarifikasi. Megawati sebelumnya menyatakan jika ijazah ada, cukup ditunjukkan ke publik. Secara administratif, PDIP tidak wajib memverifikasi dokumen kader. PDIP menyatakan penyelesaian terserah KPU, Bawaslu, dan MK. Dalam Pilkada Papua 2024, PDIP patuh pada putusan MK yang mendiskualifikasi Yeremias Bisai, mengganti dengan Constant Karma. Sikap PDIP di Pilkada Papua menjadi pembelajaran untuk menghadapi isu serupa terkait Jokowi-Gibran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 16.28
Keabsahan Pencalonan Wapres Gibran Digugat, Jokowi Ungkap Rekam Jejak Pendidikan Sang Anak
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 16.46
Yusril: Belum Ada Aturan Jelas Jika MK Diskualifikasi Gibran
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 14.28
Jokowi Beberkan Riwayat Lengkap Pendidikan Gibran
JawaPos · 24 September 2026 pukul 10.45
Dicecar Hakim MK, KPU Akui Tak Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran
Berita terkait
Soal Gugatan di MK, Gibran Tiru Trik Isu Ijazah Jokowi?
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 12.00
Jokowi-Gibran Digodain Terus, Relawan: 'Kita Tahu kok Denny Indrayana, Dino Patti Djalal, Roy Suryo Partai Mana!'
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 17.44
Kemesraan Prabowo-Jokowi Dinilai Mendorong PDIP Konsolidasi Membangun Poros Alternatif
VOI · 23 Agustus 2026 pukul 12.15
Ibu vs 'Anak Durhaka': Membedah Kekecewaan Megawati pada Jokowi
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 20.40