Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Terimbas Penutupan Tambang Ilegal, Kinerja Keuangan TINS Melesat

PT Timah Tbk (TINS) mencatat kinerja keuangan yang melonjak pada semester I-2026 setelah pemerintah menertibkan tambang ilegal dan menutup jalur penyelundupan timah di Bangka Belitung. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 2,71 triliun, naik lebih dari sembilan kali lipat dibandingkan Rp 300,07 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan tumbuh 146,9% menjadi Rp 10,42 triliun, sementara laba usaha meningkat dari Rp 380,20 miliar menjadi Rp 3,46 triliun. Margin laba usaha juga melebar dari 9,01% menjadi 33,24%.

Kinerja tersebut didukung oleh kenaikan produksi bijih timah sebesar 75% menjadi 12.232 ton Sn, produksi logam timah tumbuh 58% menjadi 10.865 metrik ton, dan volume penjualan naik 85% menjadi 10.984 metrik ton. Harga jual rata-rata timah juga meningkat 52% menjadi US$ 49.794 per metrik ton. Perbaikan operasional TINS didorong penguatan pengawasan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) serta dukungan Satuan Tugas Pemerintah Pusat, menyusul instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mengamankan cadangan strategis nasional. Operasi penertiban sekitar 1.000 tambang ilegal yang melibatkan TNI, Polri, dan Bea Cukai berjalan sejak September 2025.

Analis BRI Danareksa Andhika Audrey menilai penertiban membuat aktivitas pertambangan timah kembali masuk ke ekosistem formal, memberi ruang bagi TINS mengamankan pasokan bijih dan meningkatkan utilisasi produksi. Harga saham TINS naik sekitar 17,7% dari Rp 3.270 pada 30 Juni 2026 menjadi Rp 3.850 pada 10 Agustus 2026, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 28,67 triliun. Saham TINS diperdagangkan pada kisaran 5,3 kali indicative price to earning ratio (PER) berdasarkan laba semester I-2026 yang disetahunkan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait