Penyebab IHSG Anjlok Nyaris 2%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IHSG anjlok 1,82% ke level 6.466,60 pada perbukaan Jumat (11/9/2026), didorong koreksi sektor energi, barang baku, konsumer non primer, dan finansial. Volume perdagangan mencapai 7,24 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 3,29 triliun. Lima saham besar pemberat: BYAN (-12,37 poin), BBCA (-11,73 poin), BBRI (-6,31 poin), AMMN (-5,83 poin), BMRI (-4,34 poin). Dua sentimen global utama: kenaikan harga minyak akibat konflik Iran-AS dan lonjangan yield US Treasury (10 tahun 4,84%, 20 tahun 5,314%). Utang AS mencapai US$40 triliun, pemerintah lakukan buyback surat utang US$6 miliar untuk menjaga likuiditas pasar obligasi. Harga WTI melonjak di atas US$100 per barel dalam lima hari berturut-turut, menimbulkan kekhawatiran inflasi global. Pasar Asia-Pasifik juga lemah, dengan Kospi Jepang turun 2,7% dan Nikkei 225 turun 2,6%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 08.50
IHSG Berpotensi Melemah di Tengah Kenaikan Harga Minyak dan Yield US Treasury
kumparan · 10 September 2026 pukul 07.30
IHSG Diproyeksi Melemah ke Level 6.611, Simak Rekomendasi Saham Ini
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 10.26
Harga Minyak Dunia Melambung, Rupiah Melorot ke 38 Poin
JawaPos · 11 September 2026 pukul 10.15
IHSG Melemah Dipicu Naiknya Harga Minyak dan Ekspektasi "hawkish" Fed
Berita terkait
IHSG Ditutup Melemah 0,14% ke Level 6.590,90, Didorong 344 Saham Melemah
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 16.46
IHSG Sesi 1 Berakhir di Zona Merah, Turun 0,28% ke 6.581,45
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 12.25
Breaking News! IHSG Melesat 1,17%
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 10.13
Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih ke Level 6.506
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.03