IHSG Berpotensi Melemah di Tengah Kenaikan Harga Minyak dan Yield US Treasury
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IHSG diperkirakan melemah pada perdagangan Jumat (11/9/2026) karena tekanan dari lonjakan harga minyak mentah lebih dari 6% dan imbal hasil US Treasury 10 tahun naik 11 basis poin menjadi 4,954%. Inflasi AS yang naik 5,4% YoY pada Agustus 2026 serta kenaikan suku bunga ECB 25 basis poin juga menciptakan sentimen negatif. Di dalam negeri, penjualan ritel Indonesia tumbuh 1,1% YoY, namun defisit APBN mencapai Rp235,6 triliun (0,91% PDB). Phintraco memrediksi IHSG akan menguji MA20 sekitar 6.525, dengan potensi pelemahan lanjutan ke area 6.400-6.460.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 10.26
Harga Minyak Dunia Melambung, Rupiah Melorot ke 38 Poin
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.27
Penyebab IHSG Anjlok Nyaris 2%
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.03
Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih ke Level 6.506
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.58
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.512 per Dolar AS, Pasar Pantau Buyback UST
Berita terkait
IHSG Anjlok Lebih dari 1% ke Level 6.506 di Akhir Pekan
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 09.22
IHSG Diproyeksi Melemah ke Level 6.611, Simak Rekomendasi Saham Ini
kumparan · 10 September 2026 pukul 07.30
IHSG Ditutup Melemah 0,14% ke Level 6.590,90, Didorong 344 Saham Melemah
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 16.46
IHSG Sesi 1 Berakhir di Zona Merah, Turun 0,28% ke 6.581,45
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 12.25