Perang AS-Iran Makin Panjang, Negara Teluk Mulai Pertanyakan Perlindungan Militer Trump
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Negara-negara Teluk — Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain — semakin frustrasi terhadap Amerika Serikat karena perang dengan Iran berlangsung berbulan-bulan tanpa penyelesaian diplomatik. Seorang pejabat anonim mengkritik bahwa Trump memulai konflik namun negara Teluk yang menanggung risiko, termasuk serangan rudal dan drone dari Iran serta sekutunya. Kekhawatiran itu mendorong sejumlah negara mempertanyakan manfaat keberadaan pangkalan militer AS di wilayah mereka, meskipun seorang diplomat Barat menilai sikap itu belum menunjukkan pergeseran besar dalam hubungan bilateral. Gedung Putih membantah hubungan memburuk, menegaskan Trump tetap berkomunikasi intensif dengan sekutu sejak konflik dimulai. Namun, negara Teluk menghadapi dilema: mereka bergantung pada AS untuk peralatan militer, amunisi, dan intelijen, namun tetap terkena dampak ketidakstabilan. Sementara itu, Iran dan Oman terus bernegosiasi jalur pelayaran aman di Selat Hormuz; Teheran menegaskan pemulihan keamanan penuh bergantung pada penghentian tindakan militer AS. Hingga kini Washington dan Teheran belum mencapai kesepakatan final, menciptakan ketidakpastian keamanan yang semakin besar bagi negara-negara Teluk.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 13.00
Iran Ancam akan Lancarkan Serangan di Selat Hormuz jika Diplomasi dengan AS Gagal
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.25
Iran Geram Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah Baru AS: Delusional!
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.53
Ketua Parlemen Iran Tuding AS Cekik Teheran Demi Konsesi Ilegal
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.45
Iran Pantang Beri Konsesi Tambahan ke AS
Berita terkait
Menlu negara Teluk dan Iran akan bahas pengelolaan Selat Hormuz
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 15.36
Perang AS-Iran Makin Gak Jelas, Trump Bilang Ini dan Teheran Bilang Itu
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 17.40
Ini 2 Cara Tercepat Mengakhiri Perang AS dan Iran
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 03.30
Trump Kembali Gertak Iran, Ancam Gerakan Militer Lagi
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 23.23