Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Perang AS-Iran Makin Panjang, Negara Teluk Mulai Pertanyakan Perlindungan Militer Trump

Negara-negara Teluk — Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain — semakin frustrasi terhadap Amerika Serikat karena perang dengan Iran berlangsung berbulan-bulan tanpa penyelesaian diplomatik. Seorang pejabat anonim mengkritik bahwa Trump memulai konflik namun negara Teluk yang menanggung risiko, termasuk serangan rudal dan drone dari Iran serta sekutunya. Kekhawatiran itu mendorong sejumlah negara mempertanyakan manfaat keberadaan pangkalan militer AS di wilayah mereka, meskipun seorang diplomat Barat menilai sikap itu belum menunjukkan pergeseran besar dalam hubungan bilateral. Gedung Putih membantah hubungan memburuk, menegaskan Trump tetap berkomunikasi intensif dengan sekutu sejak konflik dimulai. Namun, negara Teluk menghadapi dilema: mereka bergantung pada AS untuk peralatan militer, amunisi, dan intelijen, namun tetap terkena dampak ketidakstabilan. Sementara itu, Iran dan Oman terus bernegosiasi jalur pelayaran aman di Selat Hormuz; Teheran menegaskan pemulihan keamanan penuh bergantung pada penghentian tindakan militer AS. Hingga kini Washington dan Teheran belum mencapai kesepakatan final, menciptakan ketidakpastian keamanan yang semakin besar bagi negara-negara Teluk.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait