Ketua Parlemen Iran Tuding AS Cekik Teheran Demi Konsesi Ilegal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Parlemen Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf, menyerang keras Amerika Serikat (AS) dengan tudingan bahwa Washington sedang "mencekik" Teheran untuk mendapatkan konsesi yang tidak disepakati. Dalam pernyataannya, Ghalibaf menyindir langkah-langkah AS yang dinamakan sebagai upaya paksa, dan secara khusus menyasar Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang katanya telah kehilangan kendali dalam mengelola hubungan dengan Iran. Ghalibaf juga menyebut pemerintahan AS sebagai "kru badut" dan meminta agar tidak lagi menunggu solusi ajaib dari pihak AS.
Ketegangan ini muncul dua bulan setelah Teheran dan Washington menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) untuk mengakhiri konflik dan membangun jalan menuju damai, yang diselaraskan melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Namun, implementasi kesepakatan tersebut tampaknya tidak berjalan lancar, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemerintah dan pasar energi global. Selat Hormuz, sebagai jalur kritis untuk distribusi energi, menjadi sorotan utama, mengingat potensi fluktuasi harga minyak akibat ketegangan ini.
Hingga kini, pemerintah AS belum memberikan tanggapan resmi terhadap tudingan spesifik dari Ghalibaf. Sementara itu, Sekjen PBB Antonio Guterres telah mendesak kedua belah pihak untuk segera melanjutkan negosiasi damai setelah masa tenggat 60 hari dari Kesepakatan Iran segera berakhir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 11.12
Pasukan AS Diam-diam Kawal Kapal Tanker Minyak Lintasi Selat Hormuz
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 21.35
Iran Akan Balas dengan Cara Serupa ketika AS Gunakan Senjata Nuklir
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 06.00
Desakan Trump Agar Iran Kibarkan Bendera Putih Buntut Negosiasi Buntu
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 04.00
Negosiator Utama Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Memenuhi Tuntutan
Berita terkait
Trump Tolak Proposal Akhiri Perang, Ini Respons Iran
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 08.59
Tujuan Perang Tak Tercapai, Iran Tuding AS Sembunyikan Jumlah Tentara yang Tewas
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 14.24
Iran Tunggu Jawaban Resmi AS Soal Tawaran Selat Hormuz
Detik.com · 29 September 2026 pukul 18.12
Dunia Makin Kacau, Iran Siap "Perang Kiamat" dengan AS
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 13.03