Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Perang AS-Iran Makin Gak Jelas, Trump Bilang Ini dan Teheran Bilang Itu

Ketidakpastian perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memuncak setelah Presiden Donald Trump mengklaim bahwa perundingan dengan Teheran sedang berlangsung, namun Iran langsung membantahnya. Trump menyatakan pembicaraan dimulai sejak Senin dan merupakan kesempatan terakhir Iran untuk menandatangani kesepakatan, atas permintaan Iran dan beberapa negara Teluk. Sebaliknya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa tidak ada negosiasi atau agenda pertemuan dengan AS, dan seluruh negosiator Iran berada di dalam negeri.

Di Selat Hormuz, situasi tetap tegang dengan insiden kapal kargo yang terkena proyektil tidak dikenal dekat pantai Oman, dilaporkan oleh UKMTO. Lalu lintas kapal melalui selat tersebut tetap rendah, dengan hanya enam kapal melintas pada Senin, termasuk tiga tanker dan tiga kapal curah. Ketegangan sempat mereda harapan, mendorong harga minyak turun sekitar 7% ke US$83,77 per barel pada Senin, sementara indeks Dow Jones ditutup pada rekor tertinggi.

Trump melalui Truth Social kembali menuduh Iran "sangat bermuka dua" dan mengklaim bahwa Angkatan Laut AS menguasai sepenuhnya Selat Hormuz dengan "Tembok Baja Amerika Serikat". Namun, Trump belum mencapai target yang diumumkan sejak awal konflik, seperti menghentikan program nuklir Iran, membatasi kemampuan militer Teheran di kawasan, dan menciptakan kondisi untuk menggulingkan pemerintahan ulama di Iran.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait