Populer: Revisi RKAB BYAN Disetujui; IHSG Anjlok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyetujui revisi RKAB tiga anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN) pada 23 September 2026, melesatkan operasional pertambangan batu bara. Tiga entitas—PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima—dapat mengaktifkan kembali seluruh kegiatan operasional setelah status keadaan kahar dicabut. Revisi ini ditambah kuota produksi batu bara sebesar 15–20 juta ton, mendukung ekspansi BYAN yang mengelola 5 Kontrak Batubara dan 16 Konsesi Penambangan di Kalimantan. Pemerintah menegaskan proses ini bersifat administratif dan tidak terkait akuisisi saham oleh Haji Isam.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 25 September 2026 pukul 08.23
Emas Freeport Masuk ke HRTA, BYAN Mulai Produksi Lagi
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.23
IHSG Anjlok ke 6.241 Akhiri Pekan Ini, 558 Saham Merah
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 16.21
IHSG Anjlok ke 6.241,89, Sebanyak 557 Saham Berguguran
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 15.13
Jelang Akhir Sesi II, IHSG Anjlok 1% ke Level 6.232
Berita terkait
AMMN Catat Laba US$ 497,9 Juta, BYAN Dapat Tambahan Kuota Batu Bara
Detik.com · 22 September 2026 pukul 08.31
Usai Sahamnya Dibeli Haji Isam, RKAB 3 Anak Usaha BYAN Disetujui 15-20 Juta Ton
kumparan · 21 September 2026 pukul 18.59
RKAB Terbit Usai Haji Isam Borong Saham BYAN, ESDM Buka Suara
Detik.com · 21 September 2026 pukul 16.07
RKAB Terbit, Saham BYAN Melonjak 20% ke Rp13.825
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 13.36