Prabowo Mau Ubah LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah, Bidik Efisiensi Rp360 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto berencana mengubah Lembaga Kebijapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menjadi Badan Pengadaan Pemerintah untuk meningkatkan efisiensi belanja negara. Rencana ini disampaikan dalam pidato RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 14 Agustus 2026. Prabowo menyampaikan bahwa banyak kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah masih melakukan pengadaan barang serupa secara terpisah, sehingga menyebabkan harga yang tidak kompetitif. Konsolidasi pengadaan yang dilakukan LKPP telah menunjukkan hasil, dengan efisiensi sebesar 20,86% pada 2025 dan meningkat ke 25,43% pada 2026. Jika diterapkan secara luas, potensi efisiensi dapat mencapai 30% dari total belanja pengadaan pemerintah yang sekitar Rp1.200 triliun, setara dengan Rp360 triliun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.33
Prabowo Naikkan LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.07
Prabowo Mau Tingkatkan LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah, Ini Alasannya
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 16.13
Prabowo Mau Tingkatkan LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 09.58
8 Poin Penting Pidato Prabowo: 121 Kebijakan, Swasembada Pangan, hingga Ekonomi 6 Persen
Berita terkait
Dukung Rencana Prabowo, Politikus PKS Sebut Efisiensi Pengadaan Kunci Berantas Korupsi
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 23.31
Prabowo Senang Tak Ada Lagi Anggaran Ulang Tahun Kementerian
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.00
Prabowo Mau Naikkan Level LKPP Menjadi Badan Pengadaan Pemerintah
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.03
Prabowo Bakal Ubah LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.00