Prabowo Wacanakan Amnesti bagi Pengurus BUMN Nakal yang Taubat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden RI Prabowo Subianto mengusulkan pemberian amnesti khusus bagi pengurus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang pernah merugikan negara tetapi telah mengakui kesalahan dan bertobat. Prabowo menyatakan akan menghadap ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk meminta persetujuan atas wacana tersebut. Dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Jakarta pada Jumat (14/8), Prabowo menekankan bahwa amnesti ini diperuntukkan bagi mereka yang taubat dan sadar akan kesalahan mereka.
Selain amnesti, Prabowo juga menggagas pembentukan pengadilan ad hoc khusus untuk mengadili pengurus BUMN yang melakukan penyimpangan. Pengadilan ini direncanakan dapat mengusut kasus-kasus direksi BUMN selama 30 tahun ke belakang. Prabowo menyoroti kondisi banyak BUMN yang laporan keuangannya selalu merugikan meskipun dalam laporan disebut menguntungkan. Ia mengkritik, "Rugi terus, laporannya untung. Ngarang aja itu untungnya itu," dan menyebut terlalu banyak BUMN yang dinilai tidak produktif.
Prabowo mengharapkan langkah-langkah hukum tersebut dapat memperbaiki tata kelola BUMN dan mencegah kerugian negara berlanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.06
Prabowo: BUMN Bukan Milik Direksi-Komisaris, Bukan Sumber Dana Penguasa!
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 16.30
Istana Luruskan Pernyataan Prabowo soal BUMN, Belum Sampai Bicara Amnesti
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 13.35
Istana soal Prabowo Mau Bentuk Pengadilan Ad Hoc: Semangat Benahi BUMN
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 14.05
Prabowo Bongkar Borok BUMN: Kerja Seenaknya hingga Poles Laporan Keuangan
Berita terkait
Prabowo Singgung BUMN Kadang Bekerja Seenaknya
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.50
Prabowo Klaim Selamatkan Rp50 Triliun yang Dulu Habis untuk Gaji Direksi dan Komisaris BUMN
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 12.12
Prabowo Soroti BUMN, Wacanakan Usut Direksi 30 Tahun ke Belakang
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 11.52
Prabowo Ungkap Ada 1.074 BUMN, Target Dipangkas Jadi 300 Perusahaan di Akhir 2026
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 11.48