Prabowo Bongkar Borok BUMN: Kerja Seenaknya hingga Poles Laporan Keuangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan berbagai masalah dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menyatakan bahwa jumlah BUMN saat ini mencapai 1.074 perusahaan, yang dianggap terlalu gemuk, dan menargetkan untuk memangkasnya menjadi maksimal 300 perusahaan pada akhir tahun 2026. Hal ini disampaikan dalam Sidang Tahunan DPR/MPR RI di Jakarta.
Prabowo menyoroti bahwa banyak BUMN bekerja tidak efisien dan tidak bertanggung jawab kepada negara. Ada BUMN yang terus mengalami kerugian namun dalam laporan keuangan justru menunjukkan keuntungan, yang menunjukkan adanya manipulasi. Struktur perusahaan BUMN juga sering berlapis-lapis, melibatkan anak perusahaan, cucu perusahaan, hingga cicit perusahaan, sehingga perlu dilakukan penataan kembali.
Untuk menyelesaikan masalah ini, Prabowo mengusulkan pembentukan pengadilan ad hoc khusus guna menyelidiki kinerja direksi BUMN selama 30 tahun terakhir. Usulan ini bertujuan untuk mengungkap dan memperbaiki praktik-praktik yang merugikan negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 11.24
Prabowo Pamer Untung Bersih BUMN Semester I 2026, Pegadaian hingga Pertamina
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.50
Prabowo Singgung BUMN Kadang Bekerja Seenaknya
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 12.12
Prabowo Klaim Selamatkan Rp50 Triliun yang Dulu Habis untuk Gaji Direksi dan Komisaris BUMN
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.07
Prabowo Mau Bentuk Pengadilan Ad Hoc Tangani Penyelewengan di BUMN
Berita terkait
Prabowo: BUMN Bukan Milik Direksi-Komisaris, Bukan Sumber Dana Penguasa!
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.06
Prabowo Wacanakan Amnesti bagi Pengurus BUMN Nakal yang Taubat
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.59
Performa BUMN di Bawah Danantara Jadi Bukti Kinerja Positif Pemerintahan Prabowo
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 21.27
Infografis 5 BUMN Gulung Tikar Akibat Pailit
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 17.45