Prabowo Soroti BUMN, Wacanakan Usut Direksi 30 Tahun ke Belakang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pembentukan pengadilan ad hoc untuk menyelidiki direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama 30 tahun terakhir. Langkah ini diambil karena tata kelola BUMN dinilai bermasalah dan tidak bertanggung jawab. Prabowo menyatakan hal ini dalam Sidang Tahunan MPR RI dan sidang bersama DPR RI dan DPD RI tahun 2026. Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah menemukan 1.074 BUMN saat Danantara dibentuk, jumlah yang jauh lebih besar dari perkiraan awal yang hanya 300 hingga 400. Banyak BUMN yang tidak produktif, bahkan mengalami kerugian tetapi melaporkan kinerja seolah-olah menguntungkan. Prabowo menekankan perlunya perbaikan segera. Selain itu, Prabowo membuka kemungkinan amnesti khusus bagi pihak yang bersedia mengakui kesalahan dan bertobat. Keputusan mengenai hal ini akan diserahkan kepada wakil rakyat di DPR. Tujuannya adalah untuk menegakkan akuntabilitas dan membenahi BUMN agar lebih efisien dan bertanggung jawab.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 13.35
Istana soal Prabowo Mau Bentuk Pengadilan Ad Hoc: Semangat Benahi BUMN
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 11.22
Prabowo Mau Bikin Pengadilan Ad Hoc Khusus: Usut BUMN Nakal 30 Tahun ke Belakang
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.51
Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Bersih-bersih BUMN Lewat Pengadilan Ad Hoc
Berita terkait
KPK Sambut Baik Usulan Prabowo soal Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.52
Pimpinan DPR Kaji Usul Presiden Prabowo soal Peradilan Ad Hoc BUMN
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.35
Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc untuk BUMN, Menkum: Belum Dikaji Pemerintah
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 19.25
Prabowo Ingin Ada Pengadilan Ad Hoc Kasus Korupsi BUMN, Ini Alasannya
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 16.41