Pramono Respons Rencana Obligasi DKI Dikaji Kemenkeu: Mohon Disegerakan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambut baik rencana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengkaji penerbitan obligasi daerah DKI Jakarta, dan meminta proses kajian disegerakan. Pernyataan ini disampaikan Pramono usai meresmikan sistem pembayaran tiket MRT nirsentuh (EMV Contactless) di Stasiun Bundaran HI, Rabu (29/7/2026). Pramono sebelumnya mengusulkan obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan proyek strategis Jakarta agar tidak sepenuhnya bergantung pada APBD. Namun realisasinya memerlukan persetujuan dan kajian dari pemerintah pusat, termasuk Kemenkeu.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertanyakan kebutuhan penerbitan obligasi senilai Rp3,5 triliun tersebut. Menurut Purbaya, kondisi keuangan Pemprov DKI masih aman dan kuat, dengan dana yang cukup besar belum terserap. "Uangnya banyak, masih berapa triliun nggak kepakai," ujar Purbaya saat ditemui di Kemenkeu, Kamis (23/7/2026). Purbaya menyatakan akan mengecek kembali alasan Pemprov DKI menerbitkan obligasi meski memiliki dana yang melimpah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 14.45
Jakarta Bakal Terbitkan Obligasi Rp 3,5 Triliun, Pengusaha Muda Siap Ambil Peran
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 12.50
Pramono Buka Suara Soal Rencana Rilis Obligasi DKI Jakarta Rp3,5 T
Berita terkait
Pramono: Kalau Dapat Izin, Obligasi DKI Dilanjutkan, Kalau Tidak Ya Sudah
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 12.45
Pramono Masih Tunggu Pemerintah Pusat soal Obligasi Jakarta
Detik.com · 30 September 2026 pukul 19.02
Ekonom CORE Sebut Rencana Obligasi Daerah Pemprov DKI Masuk Akal, Ini Alasannya
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 17.56
DKI Jakarta Mau Terbitkan Obligasi, Ekonom Ingatkan Hal Ini
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.05