Raksasa Migas Panen Cuan Imbas Krisis Selat Hormuz, Ini Buktinya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konflik bersenjata antara AS-Israel dan Iran di Selat Hormuz mendorong harga minyak dunia naik hingga US$ 96 per barel pada kuartal II-2026, melonjak 45% dibandingkan tahun sebelumnya. Raksasa migas global memanfaatkan kondisi ini untuk mencatat laba kuartalan tertinggi dalam beberapa tahun. Exxon Mobil membukukan laba US$ 14,53 miliar, Chevron mencapai US$ 12,07 miliar, Shell US$ 10,82 miliar, dan TotalEnergies US$ 5,44 miliar. Lonjakan laba ini terutama didorong oleh ketidakpastian pasokan energi akibat ancaman dan serangan di jalur maritim strategis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 08.16
Bos Chevron Nyalakan Sinyal Bahaya Pasar Energi Global,AS Siapkan Pipa Rahasia?
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 03.30
5 Perusahaan Minyak Paling Untung Besar saat Perang Iran, Saudi Aramco Paling Fantastis Capai Rp585 Triliun
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 12.38
Mengapa Perusahaan-perusahaan Minyak Dunia Untung Besar karena Perang Iran?
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 08.10
Harga Minyak Turun Sedalam Ini Usai Sinyal Damai AS & Iran
Berita terkait
Qalibaf Peringatkan Tak Ada Pihak di Kawasan yang Bisa Jual Minyak jika Iran Tidak Bisa
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 11.31
Trump Tolak Proposal Iran untuk Buka Selat Hormuz dalam 7 Hari, Sebut Teheran Kalah Sangat Parah
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 06.21
IMF Ungkap Bahaya Baru Harga Minyak: Kapal Lewat Selat Hormuz Tinggal 10%
Liputan6.com · 13 September 2026 pukul 09.00
Harga Minyak Melonjak Kamis Pagi: Brent Tembus USD 101, WTI Naik ke 97
JawaPos · 10 September 2026 pukul 07.47