IMF Ungkap Bahaya Baru Harga Minyak: Kapal Lewat Selat Hormuz Tinggal 10%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258069/original/058566900_1781312784-AP26162502155547.jpg)
Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan tekanan pasar energi dunia belum mereda. Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz menurun drastis hingga hanya 10% dibandingkan sebelum konflik, mengancam pasokan minyak. Harga minyak, gas, diesel, dan bahan bakar pesawat masih tinggi. Beberapa negara menggunakan cadangan strategis, namun tidak solusi permanen karena harus dipulihkan kembali. Permintaan energi diperkirakan meningkat akibat perkembangan AI dan musim dingin di belahan utara. IMF menilai kombinasi faktor ini membuat pasar energi tetap tidak yakin. Ekonomi global diprediksi tumbuh 3% namun tetap rentan guncangan energi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 10.12
20 Negara Pembeli Terbesar Minyak Amerika, Indonesia Urutan Berapa?
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 08.14
Blokade Houthi Guncang Pasokan Energi Global, Harga Minyak Lampaui USD100 per Barel
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 20.09
Harga Minyak Dunia Membara, Pertamina Bicara Proyeksi Harga BBM Nonsubsidi
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 14.15
Heboh Tren Foto 80-an Pakai ChatGPT, Ternyata Bikin Bumi Makin Panas
Berita terkait
IEA Prediksi Permintaan Minyak Bakal Turun 1,6 Juta Barel per Hari
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.15
IMF Sebut Ekonomi Global Tangguh Hadapi Guncangan, Tapi Waspadai Ini
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 13.45
Bahlil: Harga Minyak Dunia Seperti Malaria, Pagi Turun Malam Bisa Naik
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 21.50
Selat Hormuz Terancam, Negara Teluk Berebut Jalur Alternatif
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 16.45