RI Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada Juli 2026, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan (month-to-month), menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year) tercatat sebesar 2,88 persen. Deflasi ini didorong utama oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencatat deflasi 0,89 persen, dengan komoditas seperti bawang merah, cabai, telur ayam, dan tomat sebagai penurun harga terbesar. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga deflasi 0,06 persen, terutama akibat penurunan harga emas perhiasan sebesar 3,58 persen.
Di sisi lain, inflasi terjadi pada kelompok transportasi sebesar 0,52 persen, didorong oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi, seperti Pertamax, yang lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya. Kelompok pendidikan mengalami inflasi 0,55 persen karena memasuki masa tahun ajaran baru, dengan kenaikan biaya sekolah dan bimbingan belajar. Data ini menunjukkan dinamika harga komoditas dan jasa yang mempengaruhi tingkat inflasi dan deflasi di Indonesia selama periode tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 17.45
Harga Bawang, Cabai Sampai Emas Turun, Ini Ternyata Penyebabnya
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.48
BPS: Indonesia Alami Deflasi 0,14% di Juli 2026
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.40
BPS: Indonesia Alami Deflasi 0,14% Juli 2026
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 11.40
Uang Sekolah SD dan TK Kerek Inflasi Inti 0,14% di Juli 2026
Berita terkait
Membaca Arti Deflasi Juli 2026: Pasokan Melimpah atau Daya Beli Lesu?
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 08.10
Indonesia Deflasi 0,14% di Juli 2026, BPS Ungkap Pendorong Utamanya
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 11.26
BPS: Juli Deflasi 0,14%
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.11
Membaca Deflasi, Menakar Respons BI
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 12.00