Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

RI Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026

Pada Juli 2026, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan (month-to-month), menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year) tercatat sebesar 2,88 persen. Deflasi ini didorong utama oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencatat deflasi 0,89 persen, dengan komoditas seperti bawang merah, cabai, telur ayam, dan tomat sebagai penurun harga terbesar. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga deflasi 0,06 persen, terutama akibat penurunan harga emas perhiasan sebesar 3,58 persen.

Di sisi lain, inflasi terjadi pada kelompok transportasi sebesar 0,52 persen, didorong oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi, seperti Pertamax, yang lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya. Kelompok pendidikan mengalami inflasi 0,55 persen karena memasuki masa tahun ajaran baru, dengan kenaikan biaya sekolah dan bimbingan belajar. Data ini menunjukkan dinamika harga komoditas dan jasa yang mempengaruhi tingkat inflasi dan deflasi di Indonesia selama periode tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait