Rupiah Berpeluang Makin Perkasa Didukung Insentif Kebijakan Moneter
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia memproyeksikan rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Pada 18 Agustus 2026, nilai tukar rupiah mencatat Rp17.855 per dolar AS, menguat 0,78% ptp dibanding akhir Juli 2026. Penguatan ini didukung respons kebijakan stabilisasi BI yang memanfaatkan seluruh instrumen moneter. Insentif Swap Jual Lindung Nilai dinaikkan menjadi 12,5% dan insentif DNDF Jual Lindung Nilai diberikan 15%. Kebijakan ini juga meningkatkan Local Currency Transaction (LCT) dengan premi Swap Beli Lindung Nilai 10% dan pengurangan premi DNDF Jual Lindung Nilai 10%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 15.17
Rupiah Diprediksi Sentuh Rp 17.500-18.000 per Dolar AS pada Akhir 2026
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 11.01
Pasar Menanti Sinyal Kebijakan Bank Indonesia di RDG Agustus
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 09.04
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik Tipis ke Rp17.830
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.35
BI Beri Diskon Premi Swap 12,5%, Investasi Asing Kecipratan
Berita terkait
Eks Menkeu Beberkan PR Gubernur BI Baru: Jaga Rupiah Hingga Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.27
Rupiah Ditutup Stabil, Efek MSCI Mulai Memudar
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 18.35
Menakar Kredibilitas Destry Damayanti: Modal dan PR Calon Bos BI
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 07.40
Menakar Modal, Kredibilitas Destry Damayanti Sebagai Calon Bos Baru BI
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 07.40