Rupiah Menguat Tembus 17.855 Efek Insentif Baru Bank Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
Bank Indonesia (BI) mengumumkan nilai tukar rupiah menguat 0,78% point-to-point hingga 18 Agustus 2026 ke level 17.855 per dolar AS. Penguatan rupiah didorong respons kebijakan stabilisasi serta optimalisasi instrumen moneter yang efektif. Pjs. Gubernur BI, Destry Damayanti, menyatakan BI terus memperkuat langkah stabilisasi melalui berbagai instrumen guna menarik investasi portofolio asing sekaligus menjaga ketahanan nilai tukar. Untuk memperkuat pasar uang dan valas, BI memperluas insentif lindung nilai dengan menaikkan insentif swap jual lindung nilai menjadi 12,5% serta memberikan insentif DNDF jual lindung nilai sebesar 15%. BI juga menerapkan skema Local Currency Transaction (LCT) dengan premi swap beli lindung nilai 10% dan pemotongan premi NDF jual lindung nilai 10%. BI optimistis nilai tukar rupiah akan tetap stabil dan berkomitmen memperkuat respons kebijakan stabilisasi dalam menghadapi dinamika pasar keuangan global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 15.00
Rupiah Berpeluang Makin Perkasa Didukung Insentif Kebijakan Moneter
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.11
Rupiah Melesat ke Rp17.685/US$, Terbaik dalam Nyaris 3 Bulan Terakhir
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 11.11
Investasi RI Meledak, Transaksi Modal dan Finansial Surplus US$12 M
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 10.51
Breaking News! Rupiah Menguat, Dolar AS Sudah di Level Rp17.695
Berita terkait
BI Proyeksikan Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil Di Tengah Dinamika Pasar Global
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 13.52
BI Perbesar Insentif Hedging hingga 30 Persen untuk Stabilkan Rupiah
kumparan · 23 September 2026 pukul 17.02
Yield SUN Naik Jadi Penyangga Rupiah di Tengah Tekanan Global
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 13.21
Rupiah Menguat Jadi Rp 17.715 per Dolar AS, Gubernur BI Destry Damayanti Beberkan Strategi Utama
JawaPos · 1 September 2026 pukul 20.15