Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Mampu Menguat di Tengah Sentimen Serangan AS Terhadap Iran

Rupiah menguat 37 poin atau 0,20 persen ke level Rp18.074 per dolar AS pada Jumat pagi. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menjelaskan penguatan ini dipengaruhi sentimen kenaikan harga minyak akibat serangan militer AS terhadap Iran. Serangan tersebut meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan memicu sentimen risk-off di pasar negara berkembang.

AS melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu 29 Juli dengan dalih membalas percobaan serangan Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM). Serangan ini menyusul janji Presiden AS Donald Trump memberikan respons sangat keras setelah sebuah drone menghantam tanker LNG milik AS di Mesir.

Di sisi lain, data ekonomi AS menunjukkan tren perlambatan. PDB AS tumbuh 1,5 persen qoq pada kuartal II-2026, melambat dari 2,1 persen qoq pada kuartal sebelumnya dan di bawah konsensus pasar sebesar 2 persen qoq. Personal spending juga melambat menjadi 0,3 persen mom pada Juni 2026 dari 0,9 persen mom pada bulan sebelumnya. Sementara itu, indikator inflasi PCE Price Index dan Core PCE Price Index masing-masing melandai menjadi 3,7 persen yoy dan 3,3 persen yoy pada Juni 2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait