Rupiah Mampu Menguat di Tengah Sentimen Serangan AS Terhadap Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Rupiah menguat 37 poin atau 0,20 persen ke level Rp18.074 per dolar AS pada Jumat pagi. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menjelaskan penguatan ini dipengaruhi sentimen kenaikan harga minyak akibat serangan militer AS terhadap Iran. Serangan tersebut meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan memicu sentimen risk-off di pasar negara berkembang.
AS melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu 29 Juli dengan dalih membalas percobaan serangan Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM). Serangan ini menyusul janji Presiden AS Donald Trump memberikan respons sangat keras setelah sebuah drone menghantam tanker LNG milik AS di Mesir.
Di sisi lain, data ekonomi AS menunjukkan tren perlambatan. PDB AS tumbuh 1,5 persen qoq pada kuartal II-2026, melambat dari 2,1 persen qoq pada kuartal sebelumnya dan di bawah konsensus pasar sebesar 2 persen qoq. Personal spending juga melambat menjadi 0,3 persen mom pada Juni 2026 dari 0,9 persen mom pada bulan sebelumnya. Sementara itu, indikator inflasi PCE Price Index dan Core PCE Price Index masing-masing melandai menjadi 3,7 persen yoy dan 3,3 persen yoy pada Juni 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 11.00
Rupiah Dibuka Menguat, Tapi Masih di Kisaran 18.000 per Dolar AS
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 19.45
Aliran Dana Asing Masuk Tembus Rp 195 Triliun hingga Juni 2026
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 19.00
Rupiah Perkasa di Akhir Pekan, Menguat ke 18.022 per Dolar AS
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 15.06
Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Turun ke Bawah Rp18.000
Berita terkait
Rupiah Hari Ini Anjlok ke 17.861 Tersengat Konflik AS-Iran
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 19.15
Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah, Sentimen Selat Hormuz Membayangi
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 11.45
Rupiah Diprediksi Berpotensi Melemah pada Senin
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.40
Bos ADBI Ungkap PR Gubernur BI Baru: Jaga Rupiah hingga Dorong Pertumbuhan
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.51