Rupiah Ditutup Rebound ke Rp17.899 per USD, Ditopang Sentimen Bank Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah menguat ke Rp17.899 per USD pada Rabu (6/10/2026), menguat 18 poin dari Rp17.917. Penguatan didorong proyeksi Bank Dunia yang menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 5,2% (naik 0,5 poin). Sentimen ini didukung program prioritas pemerintah, investasi terhubung negara, dan subsidi energi. Lonjakan konsumsi swasta dan pengeluaran publik teraccelerasi oleh Ramadan/Idulfiti lebih awat, THR, gaji ke-13, serta program makan bergizi gratis. Namun, PMI manufaktur turun ke 49,3 (Agustus) dan kepercayaan konsumen menjadi 116,8 (Juli). Defisit memicu kekhawatiran pasar terhadap fiskal dan sovereign ratings. Inflasi turun dari 4,8% (Februari) ke 3,4% (Juli 2026). Bank Dunia proyeksikan defisit transaksi berjalan 1,5% PDB 2026, inflasi di target BI 2,5±1%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 6 Oktober 2026 pukul 12.51
Bank Dunia naikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi RI 5,2 persen di 2026
Liputan6.com · 6 Oktober 2026 pukul 11.40
Nilai Tukar Rupiah Dibuka Naik ke 17.911 per Dolar AS, Tapi Rawan Koreksi
CNN Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 09.35
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.916 per Dolar AS Selasa Pagi
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 09.30
Bank Dunia Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI, Kini Tembus 5,2%
Berita terkait
Banggar Tantang Pemerintah Jaga Rupiah di Rp17.500
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 21.30
Rupiah Ditutup Anjlok Dekati Rp18.000 per USD di Tengah Lonjakan Harga Minyak
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 16.36
BI-Rate Ditahan di 5,75% Dinilai Tepat, Jaga Penyaluran Kredit hingga Rupiah
kumparan · 28 September 2026 pukul 15.19
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.935, Pasar Masih Cermati Harga Minyak Dunia
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 09.16