Rupiah Ditutup Rp18.055/US$, BI Optimalkan Triple Intervention dan SRBI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah ditutup pada Rp18.055 per dolar AS pada perdagangan Selasa (28/7/2026), melemah 0,31% dan memasuki hari keempat penurunan beruntun. Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar guna mendukung sasaran inflasi dan aktivitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. BI mengoptimalkan triple intervention di pasar valas (Spot, NDF, DNDF) dan instrumen SRBI yang dilengkapi fasilitas swap serta DNDF hedging untuk menarik aliran modal asing dan menjaga kecukupan likuiditas. Posisi SRBI disebut berada dalam tren yang lebih terkendali, dengan penerbitan yang disesuaikan untuk mendukung pengelolaan likuiditas dan stabilitas nilai tukar. Selain itu, BI memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong pembiayaan ke sektor prioritas dan mempercepat digitalisasi sistem pembayaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 08.27
Ditinggal Perry Warjiyo, Begini Strategi Baru BI Jaga Stabilitas Rupiah
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 07.16
Rupiah Menanti Nakhoda Baru
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 07.00
Membaca Arah Rupiah di Tengah Pencarian Maestro Baru BI
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 18.12
Cari Bos Baru BI, Ekonom Ungkap Kriteria Utama yang Harus Dimiliki Calon Pimpinan Bank Sentral
Berita terkait
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.885
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 09.15
Strategi BI Jaga Daya Tarik Aset Rupiah di Tengah Ancaman Kenaikan Bunga The Fed
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 17.30
Gonjang-ganjing Rupiah Ambruk 7,74%, Sinyal BI Kerek Suku Bunga Mencuat
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 17.03
Rupiah Rabu ditutup menguat ke Rp17.894, BI konsisten intervensi pasar
ANTARA News · 30 September 2026 pukul 16.23