Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Menanti Nakhoda Baru

Rupiah saat ini menghadapi tantangan ganda dari menguatnya dolar AS dan transisi kepemimpinan di Bank Indonesia setelah Gubernur Perry Warjiyo mengundurkan diri. Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti menjalankan tugas sebagai pejabat sementara. Berdasarkan data JISDOR, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai 18.088 pada 28 Juli 2026, menunjukkan reaksi pasar terhadap ketidakpastian kelembagaan.

Dalam rapat dewan gubernur 21-22 Juli 2026, Bank Indonesia mempertahankan BI Rate tetap pada 5,75 persen. Keputusan ini diambil karena inflasi Juni berada pada 3,34 persen secara tahunan, masih dalam rentang sasaran 2,5±1 persen. Namun, tekanan terhadap kurs belum mereda sepenuhnya, dan kebijakan Federal Reserve yang mempertahankan Federal Funds Rate pada 3,50-3,75 persen membatasi fleksibilitas BI. Penurunan bunga terlalu cepat dapat diasumsikan sebagai berkurangnya kewaspadaan BI saat pasar sedang menilai kebijakan pasca pergantian gubernur.

Untuk menjaga resiliensi ekonomi, diperlukan respons konkrit yang menegaskan kredibilitas rupiah berlandaskan pada tatanan institusi, bukan pada satu figur. Pengganti gubernur BI diharapkan melanjutkan kebijakan moneter secara independen, progresif, dan transparan, dengan keputusan berdasarkan pembaruan data, bukan desakan pertumbuhan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait