Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ditinggal Perry Warjiyo, Begini Strategi Baru BI Jaga Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia (BI) menegaskan akan terus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global yang tinggi, menyusul pengunduran diri Gubernur Perry Warjiyo. Komitmen ini diwujudkan melalui optimalisasi bauran kebijakan moneter, intervensi di pasar valuta asing, dan penguatan likuiditas untuk menjaga inflasi serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Erwin Gunawan Hutapea, Direktur Eksekutif Senior BI, menyatakan bahwa stabilisasi rupiah diperkuat secara konsisten untuk mencapai sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi.

Strategi baru BI tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, tetapi juga melibatkan triple intervention di pasar spot, non-deliverable forward (NDF), dan domestic non-deliverable forward (DNDF). Selain itu, BI mengoptimalkan instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dengan fasilitas insentif swap dan lindung nilai DNDF untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus menarik arus modal asing. Penguatan likuiditas di pasar uang dan perbankan juga dilakukan, dengan penerbitan SRBI yang akan disesuaikan berdasarkan kebutuhan pengelolaan likuiditas guna memperkuat stabilitas nilai tukar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait