Ditinggal Perry Warjiyo, Begini Strategi Baru BI Jaga Stabilitas Rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menegaskan akan terus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global yang tinggi, menyusul pengunduran diri Gubernur Perry Warjiyo. Komitmen ini diwujudkan melalui optimalisasi bauran kebijakan moneter, intervensi di pasar valuta asing, dan penguatan likuiditas untuk menjaga inflasi serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Erwin Gunawan Hutapea, Direktur Eksekutif Senior BI, menyatakan bahwa stabilisasi rupiah diperkuat secara konsisten untuk mencapai sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi.
Strategi baru BI tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, tetapi juga melibatkan triple intervention di pasar spot, non-deliverable forward (NDF), dan domestic non-deliverable forward (DNDF). Selain itu, BI mengoptimalkan instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dengan fasilitas insentif swap dan lindung nilai DNDF untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus menarik arus modal asing. Penguatan likuiditas di pasar uang dan perbankan juga dilakukan, dengan penerbitan SRBI yang akan disesuaikan berdasarkan kebutuhan pengelolaan likuiditas guna memperkuat stabilitas nilai tukar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 07.22
Rupiah Ditutup Rp18.055/US$, BI Optimalkan Triple Intervention dan SRBI
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 07.00
Membaca Arah Rupiah di Tengah Pencarian Maestro Baru BI
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 14.59
BI Perkuat Intervensi dan Atur Penerbitan SRBI demi Jaga Rupiah
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 15.04
Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.055
Berita terkait
Rupiah Menguat ke Rp17.882 per Dolar AS Terkerek Kebijakan Pro-Market Bank Indonesia
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 15.33
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.885
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 09.15
Strategi BI Jaga Daya Tarik Aset Rupiah di Tengah Ancaman Kenaikan Bunga The Fed
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 17.30
Gonjang-ganjing Rupiah Ambruk 7,74%, Sinyal BI Kerek Suku Bunga Mencuat
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 17.03